Kamis, 14 April 2016

Ahok beberkan awal berkenalan dengan Sunny Tanuwidjaja

16.55
Merdeka. com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebutkan hubungan dengan Sunny Tanuwidjaja telah seperti seseorang rekan. Jalinan itu tersambung sebab ia telah kenal dengan Sunny mulai sejak 2009. Tetapi, Ahok kembali mengungkap Sunny senantiasa dekat dengannya lantaran tengah merampungkan disertasi gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat. Ahok juga menyanggah pernyataan pihak KPK yang menyebutkan Sunny yaitu staf terutama. " Tidak, dia bukanlah anak magang juga. Dia ingin buat tesis, lama-lama kita seperti teman saja kan. Dia datang, kita tidak bayar dia upah. Saya katakan sih dia lebih cenderung seperti teman. Mungkin orang sebut staf spesial lantaran kerap bolak-balik kesini, " kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4). Berkaitan gosip Sunny juga dekat serta berkomunikasi dengan bos-bos serta konglomerat, Ahok menjawab kalau dia pernah jadi peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS). Tetapi keluar dari CSIS serta bekerja di perusahaan punya Peter Sondakh. " Kan memanglah di lingkungan itu. Lingkungannya bantu CSIS, dahulu. Tidak, keluar. Lantas kerja sama Peter Sondakh, " jelas Ahok. Ditambahkannya, sepanjang ikuti Ahok, Sunny senantiasa lihat rekam jejak politiknya. Bahkan juga sebelumnya Ahok mengambil keputusan bakal maju jadi wakil gubernur juga, Sunny telah turut bersamanya. Sunny, kata Ahok berkesan dengan style berpolitik Ahok. " Dia hanya ingin tahu bagaimana berpolitik style gw. Dipilih tidak sih. Saat gw kepilih jadi wagub, saat dia atas, simak Monas kan 'wah gue tidak pernah nyangka lo jadi wagub, style lo seperti begitu' dia katakan, " katanya. Mulai sejak ramai dibicarakan sampai dicekal, bikin Ahok buka lagi memori perkenalannya dengan Sunny. Kekaguman Sunny, tampak waktu 2009 silam yang membayar semua pertemuan, walau sebenarnya dianya yang menginginkan berjumpa dengan Ahok. Waktu itu, Sunny akan mengundang Ahok untuk jadi pembicara. " Gw kenal dia pertama 2009, dia minta saat ketemu gw ingin undang jadi pembicara di Amerika. Dia katakan berkesan lantaran gw yang bayarin saat kita ketemu. Saat itu kan gw DPR. Gw sama anak, saat suruh dia yang bayar. Gue yang bayar. Selalu dia katakan, wah ni petinggi beda, " terangnya. " Selalu dia undang gw ke Amerika, 2010 gw baru pergi ke Amerika. Kembali, gw katakan ingin cawagub DKI, dia ingin saksikan. Gw sosialisasi ke kampung-kampung, dia turut, " sambung Ahok. Terlebih dulu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kirim nama Sunny ke Direktorat Jendral Imigrasi untuk dihindari melancong ke luar negeri. Mencegah itu berkaitan dengan penyidikan masalah sangkaan korupsi kajian Raperda zonasi lokasi pesisir serta pulau-pulau kecil (RZWP3K) serta Raperda tata ruangan strategis Jakarta UtaraSelain Sunny, KPK juga mencekal direktur PT Agung Sedayu Grup, Richard Halim Kusuma. Pencekalan dikerjakan untuk enam bln. ke depan terhitung mulai sejak 6 April. Maksudnya yaitu bila penyidik memerlukan info, ke-2 tengah tak ada diluar negeri. " Untuk kebutuhan penyidikan, mencegah ke luar negeri pada dua orang ini terkait dengan perlakuan perkara suap Raperda zonasi di DKI Jakarta. Itu pada Sunny Tanuwidjaja lalu Richard Halim Kusuma ini yaitu Direktur PT Agung Seday Grup. Sunny staf spesial gubernur DKI, " Kepala Sisi Kabar berita serta Info KPK, Priharsa Nugraha di KPK, Kamis (7/4).

0 komentar:

Posting Komentar