Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui sudah mempunyai formulasi untuk mengawasi kemampuan deretan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawahnya. Yaitu, dengan mengaplikasikan system key performance index (KPI). System ini direncanakan bakal diaplikasikan dalam dua minggu ke depan. Dengan diterapkannya system ini, bisa terpantau PNS-PNS yang berkinerja baik serta yang malas. Untuk yang malas bekerja, dia bakal dengan gampang tahu serta mencopotnya. " Memanglah itu.
Semuanya bergantung KPI, maka dari itu kita ingin pecat-pecatin, " kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4). Diluar itu, system ini mempunyai sebagian tanda dalam penilaiannya. Penilaiannya yaitu berdasar pada poin yang bakal di isi berdasar pada tidak hadir. Poin ini lah, kata Ahok, yang bakal memastikan tunjangan kerja daerah (TKD) dari setiap PNS. " Jadi anda ingin kerja apa, bisa berapakah ada poinnya. Jadi TKD berdasar pada itu, bila anda tak meraih tujuan itu bermakna anda upahnya tidak hingga segitu, " tandasnya.
Semuanya bergantung KPI, maka dari itu kita ingin pecat-pecatin, " kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4). Diluar itu, system ini mempunyai sebagian tanda dalam penilaiannya. Penilaiannya yaitu berdasar pada poin yang bakal di isi berdasar pada tidak hadir. Poin ini lah, kata Ahok, yang bakal memastikan tunjangan kerja daerah (TKD) dari setiap PNS. " Jadi anda ingin kerja apa, bisa berapakah ada poinnya. Jadi TKD berdasar pada itu, bila anda tak meraih tujuan itu bermakna anda upahnya tidak hingga segitu, " tandasnya.
0 komentar:
Posting Komentar